oleh

Selamat Jalan! Lelaki yang Dekat “Goal” Tangan Tuhan

Diego Maradona meninggal dunia. (Foto: Getty Images/Fernando de Dios) from sport.detik.com

Kabar mengejutkan, terdengar dari rilisan Footbal Italia pada Kamis 25 November 2020, dini hari.  Pencetak gol Tangan Tuhan pada pertemuan Argentina vs Inggris yang berakhir 2-1, pada Piala Dunia 1986 Meksiko disebutkan meninggal dunia di La Plata, Argentina akibat serangan jantung. Diego Armando Maradona lahir di Buenos Aires pada 30 Oktober 1960, merupakan legenda besar yang tumbuh dan dicintai anak-anak muda di seluruh dunia.

Takkala media sosial belum mengangkasa dan menggeliat seperti sekarang, ia adalah perwujudan kemegahan dan harapan anak-anak muda di dunia ketiga pada masa lalu lewat sepakbola. Melawan kesombongan negara-negara Eropa seperti Inggris, lalu Belgia dengan skor 2-0 tanpa balas. Lantas meraih Piala Dunia ke-dua kali untuk negaranya, setelah melalui perlawanan sengit Jerman Barat dengan skor akhir 3-2.

Kekalahan pada perang Falkland tahun 1982, yang membuat 649 pasukan Argentina mati ditangan Inggris. Merupakan inspirasi utama pemain yang berposisi sebagai gelandang serang, untuk membalas dendam pada empat tahun berikutnya di ajang sepakbola. Menghancurkan negeri penemu olahraga sepakbola adalah impian tertinggi dalam hatinya. Walau memang kado lainnya menjadi juara Piala Dunia 1986, menjadi piala kedunia yang dimiliki Argentina yang sebelumnya mendapatkan di tahun 1978.

Ditemukan pemandu bakat dari klub Argentinos Juniors pada 1976, karena gaya permainannya yang berani serta menghibur. Pada 1981 ia dibeli Boca Juniors seharga 1 juta poundsterling dan membuat klub tersebut merengkuh juara liga. Kariernya di klub sepakbola lantas berlanjut ke benua Eropa pada 1982 dengan bermain di Barcelona.

Karier fenomenal untuk level klub terjadi saat bermain di salah-satu klub sepabola Italia yakni Napoli pada medio 1984-1991. Mantan pelatih Argentina tahun 2008-2010 ini mampu merengkuh juara Serie A pertama kali untuk klub pada 1987 dan kedua pada 1990. Belum lagi sederet piala lain seperti Piala Italia 1987 serta Piala UEFA pada 1989. Karier sepakbolanya berlanjut di Sevilla, New Old Boys hingga akhirnya gantung sepatu di Boca Juniors pada tahun 1997 silam.

Maradona tidak lepas dari kenakalan, sebagaimana ia begitu dekat dengan dunia malam dan dunia hitam di Naples, kota ketiga terbesar di Italia setelah Roma dan Milan.  Dalam laporan Business Insider, Naples yang posisinya di Selatan Negeri Pizza ini masuk dalam daftar kota-kota yang paling berbahaya di dunia. Memiliki 100 klan mafia dengan asosiasi lebih dari 10 ribu organisasi, dari senjata api, pemerasan, perampokan, pencurian, perdagangan manusia secara ilegal, hingga narkoba adalah hal yang lazim terjadi.

Ia larut dalam kebiasaan mengkonsumsi kokain, dan membuatnya tidak lagi disiplin dalam latihan di klub-klubnya. Membuat dirinya tak proporsional dan lebih tidak profesional dalam berkarier sebagai pemain bola, bahkan seringkali tak terlihat dalam pertandingan dengan alasan stress. Benar-benar tipis memang antara kejayaan dan kehancuran, benar-benar ditangan manusia yang menjalaninya.

Dikutip dari Four Four Two, takkala Maradona diangkat menjadi pelatih klub Divisi Dua Meksiko yakni Dorados de Sinaloa pada 2018 lalu. Ia menyebutkan sejak lepas dari jeratan narkoba pada 15 tahun lalu, bagaimana begitu ingin dirinya menjelaskan bagaimana kehidupan sebagai pemakai yang begitu berantakan. Pemain bola harusnya selalu maju, bukan malah melakukan kemunduran.

“Ketika aku dalam keadaan koma, maka putriku (Dalma Maradona) memegang seperaiku untuk mencoba membangunkanku. Lalu aku pergi, sebagaimana orang-orang diluar yang mana menghakimi kami, dan kami fikir memegang teguh kebenaran. Aku bertanya-tanya tentang berapa banyak orang diluaran sana yang melakukan hal-hal lebih buruk daripada apa yang kami lakukan. Aku disini untuk bekerja,” ungkap lelaki yang mentatto gambar Che Guevara, dilengan kanannya.

Maradona tetaplah pahlawan, ia tidak bersembunyi, ia tidak membunuh, dan ia tidak hidup dalam kebohongan-kebohongan yang ditampilkan banyak publik figur dalam bidang apa saja diluar sepakbola. Sebagaimana ia tetap menjadi bintang di dunia, dengan semangat tak pernah terkalahkan. Selamat jalan, Lelaki yang dekat “Goal” Tangan Tuhan. Tuhan telah memelukmu dengan tangan-Nya, tanpa perlu kau khawatir akan segala selebrasi di dunia.

Komentar

News Feed