oleh

Sistem e-Voting Dalam Pemilihan BEM Unitri Dianggap Tak Cocok, Ini Alasannya

Ilustrasi e-voting (Foto: istimewa)

Indotribun.id– Salah satu hal yang menjadi kejanggalan pada Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Badan Eksektif Mahasiswa (BEM) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang adalah persoalan elektorik voting (e-Voting), meski hal tersebut masih dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) Unitri dan sedang berlangsung, (09/09/2021).

Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (Bawaslu-M) Unitri menyebutkan, selain memang minimnya kesiapan, hal yang paling krusial adalah terkait Quick Count pada pemira saat ini terletak ditahapan rekapitulasi suara.

Jika mengkaji terkait antisipasi kecurangan pada saat menggunakan system e-Voting diberbagai kampus, salah satunya di Universitas Halu Leo (UHO) Kendari baru-baru ini. Pada saat UHO melakukan hal yang sama, kecurangan yang terjadi adalah manipulasi hasil perhitungan suara.

Dalam situasi saat ini, pemira Unitri sedang melakukan pemungutan suara secara online harus tetap mewaspadai kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi. Semua pihak saksi dari berbagai paslon dan KPU-M perlu penjagaan yang lebih ketat.

Bawaslu-M Unitri merekomendasi rinci mengenai potensi penggunaan e-voting untuk pemira saat ini berkesimpulan teknologi e-voting masih menjadi hal yang rancu di Unitri.

Bawaslu-M menganggap perlu adanya antisipasi yang akan terjadi, khawatir dapat memperkeruh suasana demokrasi mahasiswa dikampus Unitri.

Dari hasil kajiannya sejauh ini, Bawaslu-M berpendapat penggunaan e-recap lebih dibutuhkan dibanding e-voting. Untuk itu menjadi tanda tanya besar bagi pihak penyelenggara pemira atas keberlangsungan Pemira Unitri saat ini.

Editor : Abd. Goffar

Komentar

News Feed