oleh

Sosialisasi Inovasi Kerupuk Puli Jadi Produk Nilai Jual Tinggi

Mahasiswa KKN 101 UTM 2019 berfoto bersama seusai mengadakan pelatihan sosialisasi inovasi kerupuk puli di Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Minggu (14/07/2019). (Foto/Dokumen)

Bangkalan, Indotribun.id –Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 101 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2019 mengadakan sosialisasi inovasi kerupuk puli di Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Minggu (14/07/2019).

Kerupuk puli merupakan salah satu makanan ringan favorit di Indonesia. Kerupuk puli biasanya disantap sebagai lauk pelengkap saat makan. Umumnya, kerupuk puli memiliki rasa original yakni rasa asin gurih. Di sini mahasiswi KKN 101 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berinovasi memberikan rasa pedas pada kerupuk puli dengan diberi bahan tambahan yaitu cabai.

Inovasi pembuatan kerupuk puli pedas ini diterapkan kepada warga desa Masaran melalui sosialisasi. Tidak hanya itu, dalam sosialisasi tersebut peserta yang terdiri dari ibu-ibu juga diberi pelatihan tentang proses pembuatan kerupuk puli beserta inovasi bagaimana cara mengemas kerupuk puli dan memasarkan produk tersebut. Tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah agar masyarakat bisa membuat kerupuk puli sendiri dan dapat menciptakan lapangan kerja. Dengan ini ibu-ibu desa Masaran bisa mendapatkan penghasilan sendiri.

Kegiatan yang diselenggarakan di Posko KKN 101 tersebut diikuti oleh beberapa perwakilan ibu-ibu dari beberapa dusun di desa Masaran dan berlangsung meriah. Ibu-ibu bisa melihat secara langsung pembuatan inovasi kerupuk puli dan dapat merasakan kerupuk puli pedas.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 pagi sampai 12.00. Kegiatan ibuka oleh MC dilanjut dengan praktik pembuatan inovasi kerupuk puli. Selanjutnya warga diberikan contoh bagaimana cara pengemasan dengan diberi label agar produksi kerupuk puli memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu peserta juga diberi materi tentang bagaimana cara memasarkan kerupuk puli.

Peserta diberikan wawasan dan pelatihan bagaimana memasarkan produk baik secara online maupun offline. Secara online warga bisa mengandalkan online market place dan media sosial. Online market place yang bisa digunakan adalah Shopee dan yang lainnya. Sedangkan di media sosial warga bisa menggunakan Instagram, Facebook dan lain-lain. Sementara itu, memasarkan produk secara offline warga bisa melakukannya dengan cara memasarkan secara langsung ke toko-toko di desa Masaran.

Hasil inovasi kerupuk puli oleh mahasiswa KKN 101 UTM 2019 di desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan

Peserta merasa senang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya sangat senang dengan diadakannya kegiatan ini karena ibu-ibu desa Masaran dapat membuat kerupuk puli sendiri di rumahnya serta dapat menginovasikan rasa dari kerupuk puli itu sendiri sesuai dengan keinginan mereka serta bisa menghemat keuangan keluarga, ” kata Bu lina, salah satu peserta sosialisasi.

Sementara itu, PJ kegiatan sosialisasi penginovasian kerupuk puli, Laila, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan semata-mata untuk membantu masyarakat. “Ke depan, produk penginovasian kerupuk puli dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan,” harapnya.

Penulis: Salman Alfarisi

Editor: Latif Fianto

Komentar

News Feed