oleh

Staf Khusus Mundur; Sebab Baperan Atau Memang Tak Berguna

-Respon-214 views

Ilustrasi: Detik.com

Mundurnya Staf Khusus Presiden, Belva Devara seolah telah mencoreng jargon Jokowi yang selalu menggaung-gaungkan kepada pemuda milenial tentang “revolusi mental”. Bagaimana tidak, CEO Ruangguru tersebut mundur setelah mendapatkan banyak hujatan dari berbagai kalangan soal penyalahgunaan wewenang.

Lalu di mana letak telah mencoreng Jokowi? Jelas, Barangkali, dia—Belva, orangnya baperan (kebawa perasaan) yang berlebihan sehingga kemudian galau—tidak bisa tidur dengan nyenyak—gundah, seperti halnya anak muda biasanya, tambah hari makin nyesek karena cibiran datang silih berganti, akhirnya saking tidak kuatnya, lalu ia membuat surat keputusan atas pemundurannya dari Staf Khusus Presiden. Apalagi tercatat hanya sekitar empat bulan menjabat. Milenial kok baperan.

Lagian, jika Presiden Jokowi selalu mengkampanyekan “revolusi mental”, harusnya Staf Khusus Presiden—Belva menjadi contoh utama. Selain dipilih secara khusus—entah lewat apa, secara tidak langsung semua yang berkaitan dengan pemuda atau milenial harus terwakilkan oleh dirinya. Baik mulai persoalan aspirasi, ide-ide kreatif, kebutuhan, apalagi menyangkut soal mental. Secara otomatis juga Jokowi mengingkan semua hal yang mengenai pemuda bangsa bisa diimplementasikan lewat mereka.

Kalau melihat asal pemikirannya, siapapun pasti terpukau dengan gagasan revolusi mental Jokowi yang sejak awal digaung-gaungkan. Kata-kata ini di Indonesia pertama kali mengemuka dari Soekarno, Presiden pertama negeri ini. Konon, revolusi mental menurut Soekarno adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Tapi lagi-lagi apa jadinya jika pemudanya—Staf Khusus orangnya baperan. Sangat terbalik dengan keadaan hari ini, yang seharusnya jiwanya selalu berapi-api, tiba-tiba redup lantaran tidak terlalu kuat mentalnya.

Diketahui, seusai surat keputusan pemundurannya disetujui oleh Presiden Jokowi, Belva langsung memberikan pernyataan bahwa pemunduran tersebut atas dalih supaya tidak ada polemik yang terus bermunculan di masyarakat. Apalagi Jokowi tengah berusaha untuk mengatasi pandemi covid-19 yang sedang melanda Indonesia saat ini.

Asumsi lain yang muncul di masyarakat soal pemunduran Staf Khusus Presiden karena dinilai “tak ada gunanya”. Terhitung sejak mereka resmi diperkenalkan Jokowi, sampai hari ini tidak ada gebrakan yang bisa dilakukan. Soal penanganan pandemi covid-19 misalnya. Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, Staf Khusus milenial itu gagal berperan aktif dalam meredam panic buying di masyarakat akibat isu corona di Indonesia. Dan cenderung tidak pernah tampil dipermukaan.

Ditambah dengan pernyataan Jokowi yang mengatakan bahwa sekitar tujuh Staf Khusus dari kalangan milenial tersebut tidak punya tugas resmi untuk mereka. Lalu, ngapain menjadi Staf Khusus yang hanya menghabiskan uang rakyat untuk menggaji mereka.

Penulis bisa dihubungi via IG: @aabmuzilla. Fb: Abdullah Mansyur

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed