oleh

Sunnah Memotong Kuku di Hari Jumat, Begini Tata Caranya

Sunnah memotong kuku pada hari jumat (ist)

Indotribun.id, Edukasi- Sunnah memotong kuku merupakan daftar sunnah fitrah yang berkaitan dengan kebersihan. Khususnya untuk mencegah kotoran dan kuman bersarang di ujung jari. Namun, apakah ada hari dan ketentuan khusus dalam tata cara memotong kuku?

Dalam sebuah hadist disampaikan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman itu sudah pasti.

Namun masih banyak umat muslim yang masih kebingungan terkait hal ini. Dalam sebuah Buku Fiqih Praktis Sehari-hari karya Farid Nu’man menyebutkan, sebenarnya para ulama berpendapat bahwa tidak ada hari khusus dalam memotong kuku dalam sebuah hadist.

Meskipun demikian, sebagian imam salaf lebih memilih atau menyukai memotong kuku pada hari Jumat. Hal ini yang disebutkan oleh ahli hadits Imam an Nawawi melalui kitab al Majmu Syarh al Muhadzdzab.

Hari Jumat sebagai hari yang mulia bagi kalangan umat muslim, bahkan hari ini pun dipilih karena dianggap sebagai hari raya pekanan umat Islam dan sayyidul ayyaam (penghulu hari). Selain itu, mazhab Imam Syafi’i juga mengungkapkan, hari Kamis dan Senin sebagai hari yang baik untuk memotong kuku.

“Memotong kuku yang panjang pada hari Jumat adalah sunnah bagi yang sedang tidak ihram. Begitu pula hari Kamis dan Senin,” mengutip dari buku Fikih Empat Madzhab Jilid 3 oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.

Adapun untuk waktu terlama memotong kuku sesuai sunnah Rasulullah SAW adalah 40 hari. Hal tersebut dijelaskan Rasulullah SAW melalui sebuah hadits yang berasal dari Anas bin Malik RA, ia berkata,

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Artinya: “Diberikan waktu bagi kami untuk mencukur kumis, bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur bulu kemaluan tidak lebih dari empat puluh hari.” (HR Muslim).

Lalu bagaimana caranya memotong kuku yang di sunnahkan?

Cara Memotong Kuku Sesuai Sunnah dari Mazhab Syafi’i yakni dimulai dari jari telunjuk kanan sampai kelingking. Lalu, dilanjutkan dengan memotong ibu jari di tangan kanan, seperti dilansir dari buku Adab Berpakaian dan Berhias (Fikih Berhias) karya Syaikh Abdul Wahab Abdussalam Thawilah.

Setelah itu, baru berpindah ke tangan kiri dengan cara yang sama. Yakni, dimulai dari kelingking dan berakhir di ibu jari.

Untuk memotong kuku jari-jari kaki tidak jauh berbeda dengan cara memotong kuku jari-jari tangan. Untuk jari kaki, diawali dari jari kelingking kanan hingga berakhir di kelingking kaki kiri secara berturut-turut.

Memulai kuku tangan sebelum kuku kaki dan memulai dari kanan sebelum bagian yang sebelah kiri ini pun merupakan tuntunan sunnah yang dijelaskan dari hadits istri Rasulullah SAW, Aisyah RA.

Setelah memahami sunnah memotong kuku yang tidak ada ketentuan pasti hari khusus dan cara memotongnya, diharapkan dapat memotivasi tiap muslim untuk selalu menerapkannya dan selalu menjaga kebersihan.

Bagaimana sudah paham?

(Indotribun/Layli)


Komentar