oleh

Tahun 2020 Penajam Harapan Baru

Tahun baru lazimnya identik dengan hiburan dan liburan. Wajar ketika masyarakat ingin menyambut tahun baru dengan perasaan suka cita dan hati gembira. Baik pelajar, pekerja, dan lintas profesi lainnya menyiapkan diri untuk berlibur ke tempat yang bikin mereka segar dan menenangkan.

Tentu semua ini menjadi target aktivitas demi mengisi tahun baru dengan penuh romantis bersama keluarga agar hadir semangat baru dalam diri. Selain itu juga untuk menumbuhkan harapan-harapan yang harus dilakukan ditahun berikutnya.

Selain itu, momentum tahun baru kali ini hendaknya menjadi ruang refleksi total tentang keberhasilan dan kegagalan di tahun sebelumnya. Keberhasilan yang sudah dicapai hendaknya dipertahankan dan dikembangkan, sedangkan kegagalan hendaknya dievaluasi secara holistik, kemudian ditarget untuk dicapai di tahun berikutnya. Melalui refleksi yang dalam pada gilirannya akan melahirkan rekomendasi ide dan gagasan untuk merancang program hidup dan harapan-harapan baru di tahun 2020.

Banyak perspektif bagaimana memaknai tahun baru. Tapi kita tetap sepakat bahwa spirit dari tahun baru adalah upaya refleksi, internalisasi, reorganisasi dan merekontruksi sistem berkehidupan kita agar lebih berkualitas. Semangat reorganisasi hendaknya menjadi kerja wajib demi mewujudkan kehidupan yang lebih berkemajuan dan berkeadaban secara multidimensi, baik secara ekonomi, pendidikan, dan pembangunan SDM serta mentalitas diri.

Semua ini penting dilakukan guna memunculkan hasil maksimal dan memuaskan. Tahun baru 2020 harus menjadi media muhasabah berjamah untuk me-restart tatakelola kehidupan kita, baik dalam konteks kehidupan personal maupun sosial.

Pada dimensi pesonal, perlu perombakan mindset  membangun pola pikir konsumtif menjadi produktif, sehingga cita-cita untuk menjadi pribadi yang sukses bisa dicapai di tahun 2020. Juga penting membangun mental yang kuat, dan semangat religiusitas yang utuh untuk terwujudnya semua harapan yang telah ditarget, karena dari mental yang kuat akan membentuk kehidupan personal yang stabil dan harmonis. Ketika semua kembali pada upaya muhasabah, maka tahun 2020 akan melahirkan peradaban baru, semangat baru, cita-cita baru, dan cara hidup yang baru.

Dalam konteks birokrasi, kita berharap para birokrat kita dari lapisan bawah hingga atas mutlak menfungsikan tahun baru sebagai media muhasabah dan tafakkur. Merubah mental KKN menjadi pelayan rakyat yang sesungguhnya, atau menjadikan tahun baru kali ini menjadi media bertobat para birokrat ketika di tahun sebelumnya banyak melakukan penyimpangan.

Kini komitmen untuk tidak korupsi pada setiap melaksankan tugas pengabdiannya harus menjadi musuh sentralnya.

Selain itu, para birokrasi penting membangun kultur pelayanan publik yang lebih memudahkan dan berkeadilan dari semangat minta dilayani menjadi semangat melayani. Dari mental proyek ke mental prospek. Yakni semangat membangun segala aspek kebutuhan masyarakat secara proporsional.

Dalam konteks ini, beberapa daerah baru saja melaksanakan pelantikan beberapa kepala desa. Kita berharap mereka menjadi tulang punggung pembangunan masyarakat, baik secara fisik maupun non fisik, mencerdaskan dan menghadirkan keadilan pembangunan yang baik. Tak kalah penting juga para kepala desa yang sudah dilantik tekun membaca apa yang menjadi kebutuhan riil masyarakat baik yang sifatnya aspal maupun non aspal. Kajian untuk membaca kebutuhan masyarakat yang non aspal sangat penting dilakukan di jaman milenial. Sebab banyak sekali kebutuhan masyarakat yang non marerial belum terlayani seutuhnya.  Hal ini penting dilakukan supaya birokrat tidak hanya bertindak sebagai sender  tapi jauh lebih subtantif, yakni menjadi deliver terhadap keberlangsungan pembangunan masyarakat.

Mental sehat para birokrat sangat menentukan prospek masa depan masyarakat. Selain itu, pemerintah penting membangun kultur politik meritokratif, yakni politik yang anti dinasti dan anti kolutif manipulatif.

Profesi apa pun yang kita geluti, perubahan mindset penting, karena akan mengantarkan pada pembangunan masa depan yang lebih baik dan sukses.

Pengalaman pahit di tahun sebelumya hendaknyan kita letakkan sebagai guru terbaik untuk mengarungi tahun 2020 dengan penuh optimis. Hindari sikap pesimis dan penyesalan yang berujung keputusasaan. Di masyarakat kita berkembang sebuah logika yang keliru, logika yang mengatakan bahwa nasib buruk dan kegagalan adalah karma atau sebuah kutukan hidup yang tidak bisa diubah dengan strategi apa pun sampai akhir hayat. Hal ini membuat sebagian mereka menjadi putus asa dan mengalami “down mental”. Tak jarang ada yang depresi, skeptis, bahkan stres dan penyakit kronis lainnya.

Padahal sesungguhnya yang mengubah nasib kita adalah doa sabar, kerja keras dan kerja cerdas. Pengalaman pahit cukup kita jadikan cambuk untuk melangkah lebih maju sesuai profesi dan bakat yang telah menjadi kelebihan kita. Di dunia ini tidak ada perubahan hidup yang hadir secara gratis. Tanpa etos kerja dan kerja maksimal kesuksesan dan perubahan hidup hanya mimpi belaka. Sebagaimana adagium para pebisnis bahwa barang dikatakan terjual ketika ada yang membeli. Artinya, kesuksesan itu bisa didapat ketika bisa membangun kerja keras dan hasil yang maksimal.

Tahun 2020 adalah waktu yang tepat bagi kita, mulai dari kaum pejabat hingga kaum melarat, untuk membangun mindset dan pola pikir yang produktif agar dalam menjalani kehidupan penuh berkah dan menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain, baik dalam perspektif sebagai makhluk sosial maupun sebagai pribadi yang sedang mengabdikan diri di jajaran birokrasi.

Mari ubah nasib buruk kehidupan personal kita dan nasib buruk bangsa ini dengan mental yang produktif dan semangat transformasi yang positif. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d:11).

Komentar

News Feed