oleh

Tanda-Tanda Orang yang Tidak Layak Memimpin Organisasi

Ilustrasi seorang pemimpin bejat (kalamkopi.id)

Indotribun.id- Anda mungkin pernah menemukan seseorang teman atau sahabat yang tanpa disangka akan menjadi seorang pemimpin, padahal track record-nya dalam passion itu nihil. Malah sebenarnya ia memiliki pashion diluar konteks kepemimpinan; katakanlah seperti bernyanyi, jadi buruh, badut, atau main fultsal saja.

Kamu juga pasti pernah melihat seorang kolega yang kamu rasa tidak punya kemampuan memimpin, tiba-tiba diangkat menjadi pimpinan atau team leader? Mungkin dia diangkat menjadi pimpinan dalam sebuah organisasi atau lembaga, atau juga bisa perusahaan karena selama bekerja, hasil penjualan yang ia dapatkan paling besar di antara karyawan lainnya.

Atau bisa saja ia diangkat menjadi pemimpin hanya karena ia sudah memiliki pengalaman kerja atau berada dalam sebuah organisasi selama bertahun-tahun. Praktik seperti ini banyak terjadi dibelbagai lembaga, padahal sebetulnya orang yang ditunjuk belum tentu tepat.

Memiliki performance baik di sebuah pekerjaan atau lembaga hanya berarti bahwa seseorang itu mampu melaksanakan perintah dengan baik. Ia mampu menjalankan instruksi, tapi apakah itu juga berarti ia mampu menjadi seorang pemimpin? Belum tentu. Kita ulangi, belum tentu!

Ketika kamu diangkat menjadi seorang pemimpin sebuah organisasi, tugas yang harus kamu lakukan akan berubah. Kamu harus mampu meramu dan merangkul semua perbedaan elemen yang tugasnya sangat berat sekali.

Selain itu, kamu harus menghabiskan sebagian waktumu untuk mengerjakan tugas lapangan seperti bawahannya, porsinya pasti akan berkurang. Sebagai contoh, seorang pemimpin tim desain, mengawal anggota, menyiapkan Even Organization (EO).

Kemampuan memimpin tidak akan bisa dilihat hanya dari angka-angka, apalagi bualan semata. Harus ada orang yang siap mati untuk menjadi panglima perangmu selama menjalankan sebuah organisasi.

Tidak hanya itu, banyak unsur kualitatif yang perlu diperhatikan juga, seperti keberanian, ambisi, dan kemauan untuk terus mencoba hal baru, serta yang paling penting meredupkan ego yang biasanya sering mengakar dalam diri sebuah pemimpin. 

Menurut Glenn Llopis, ilmuwan asal Amerika, seseorang tidak layak menjadi pemimpin bila ia:

  • Tidak memiliki pengaruh atau kemampuan di luar job description yang dapat mendorong pertumbuhan maksimal, baik pertumbuhan organisasi atau pertumbuhan pendapatan suatu lembaga yang sedang ia pimpin.
  • Tidak berpikiran terbuka, sehingga tidak mampu menerima perbedaan pandangan, dan tidak mampu mencari titik temu di antara orang-orang yang punya pikiran berbeda, apalagi selalu curiga akan bawahannya. itu pertanda yang sangat vital, perlu dilenyapkan!
  • Tidak bijaksana, artinya tidak mampu mengubah pengetahuan mereka menjadi strategi yang bisa mendatangkan pertumbuhan sustainable. apalagi bawahan yang memiliki prestasi yang tinggi atau kinerja yang baik kurang diperhatikan.

oleh karena itu, bila anda ingin menjadi seorang pemimpin atau sedang menjalankan roda-roda kepemimpinan dalam suatu lembaga maupun organisasi, waspadalah akan hal-hal tersebut.

(Indotribun/Winda)

Komentar

News Feed