oleh

Tanggapi Naik-Turunnya Corona, Profesor Harvard: Move On Dong!

Profesor di Harvard tanggapi naik-turunnya Covid-19 (CNBN Indonesia).

Indotribun.id, Kesehatan- Naik-turunnya Covid-19 di berbagai belahan dunia dirasakan betul oleh Dr. Stefano Kales. Dirinya menghimbau agar semua masyarakat di dunia bisa segera move on dari keterbelengguan ini.

profesor di Harvard Medical School itu menyarankan dengan cukup mengejutkan terkait perkembangan pandemi Corona. Menurutnya pada saat ini, siapa pun yang ingin move on dari pandemi bisa melakukannya, utamanya kaum muda. Tentu hal ini khususnya untuk situasi di negaranya, Amerika Serikat.

“Pada saat Omicron memuncak, varian berikutnya kemungkinan akan lebih ringan lagi. Kita benar-benar perlu mengizinkan publik secara umum, khususnya mereka yang muda, untuk kembali ke kehidupan yang normal,” tulisnya dalam sebuah paper, dikutip dari detik.com.

Dr. Stefanos lebih condong memilih agar penanganan Corona difokuskan pada kelompok yang rentan, bukan pada seluruh populasi. Saat ini, menurutnya COVID-19 bukan lagi ancaman yang serius.

“Banyak ilmuwan yang jujur dan terus terang menilai bahwa COVID-19 bergerak cepat dari pandemi ke infeksi pernapasan endemi yang bisa dibandingkan dengan flu,” imbuhnya.

Dengan perkecualian mereka yang punya penyakit bawaan dan yang belum divaksin. Menurut Dr. Stefanos virus Corona bagi kebanyakan orang saat ini lebih menjadi mimpi buruk logistik ketimbang ancaman kesehatan.

Hal tersebut juga terjadi di Negara Indonesia. Saat ini sedang ramainya pelonjakan kasus Covid-19, termasuk di Ibu Kota DKI Djakarta. Bahkan Anis Baswedan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menaikkan level 3 khusus di DKI Djakarta.

Profesor Hardvard itu menilai strategi mengetes orang sehat yang tidak punya gejala Corona perlu dihentikan. Pasalnya, tes Corona yang begitu banyak justru membuat mereka yang sakit dan rentan sulit mendapat tes. Apalagi sudah banyak yang divaksin.

Namun mereka yang menunjukkan gejala Corona, meski sudah divaksin sekalipun, menurutnya harus dirawat dan diobati dengan semestinya. Misalnya dengan isolasi di rumah selama beberapa hari.

(Frq/Frq)


Komentar