oleh

Temuan Baru Pasca OTT Bupati Langkat, Ada Kerangkeng Manusia Sebagai Perbudakan!

Foto temuan Komnas Ham dan Kapolda Sumatera Utara Kerangkeng Manusia Sebagai tempat perbudakaan Bupati Langkat (ist).

Indotribun.id, Sumatera Utara- Selain kasus suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat Tahun 2022 yang telah dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh pihak KPK, ada temuan kasus baru terkait kerangkeng manusia yang disinyalir menjadi tempat perbudakan.

Selain Bupati Langkat (nonaktif) Terbit Rencana Perangin Angin, ada juga suadaranya yang juga menjadi kepala Desa Balai Kasih Iskandar tertangkap OTT. Iskandar sebagai saudaranya juga bungkam ketika ditanya oleh wartawan terkait motif dari kerangkeng manusia itu.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan Bupati Langkat terbit dan Iskandar sebagai tersangka serta empat orang lainnya yakni pihak swasta Marcos (MSA), Pihak swasta Shuhanda Citra, pihak swasta Isfi Syahfitra, dan Muara Perangi Angin pihak swasta.

Dilansir dari suara.com, fakta baru yang terkuat itu terkait kerangkeng berisi manusia yang diduga untuk perbudakan, berawal laporan Migrant Care yang telah melaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait temuan kerangkeng berisi manusia yang ditemukan di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayat, pelaporan tersebut dilakukan karena penjara tersebut kuat diduga sebagai alat penyiksaan serta perbudakan.

Ia mengatakan, Migrant Care mendapatkan foto-foto bukti kerangkeng manusia di rumah sang bupati dari masyarakat.

Diduga, lanjutnya, kerangkeng itu digunakan sebagai tempat bagi para pekerja kelapa sawit milik Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin.

“Kerangkeng itu dibangun untuk pekerja kebun sawit si bupati, semacam penjara di rumah. Kerangkeng itu untuk menampung para pekerja setelah mereka bekerja,” ungkap Anis.

Sampai saat ini pihak kepolisisan masih terus mendalami kasus tersebut, meski sejauh ini pendalaman yang dilakukan oleh pihak kepolisian, tempat yang menyerupai kerangkeng merupakan tempat rehabilitasi narkoba.

(Indotribun/Faruq).

Komentar