oleh

Terkait Pengadaan Gorden 48.7 Miliar, Ada Anggota DPR Lempar Batu Sembunyi Tangan?

Foto: Gedung DPR RI. (#gedungdpr).

Indotribun.id, Jakarta- Di tengah kondisi krisis yang dialami masyarakat, mencuat anggaran pengadaan Gorden untuk 505 unit rumah jabatan anggota DPR sebesar 48.7 M. Namun setelah ditelusuri ada oknum anggota DPR lempar batu sembunyi tangan.

Setelah ditindak lanjuti, tidak semua anggota DPR menyetujui anggaran tersebut, beberapa fraksi partai pun menyarankan agar anggaran tersebut sebaiknya dipakai untuk kebutuhan yang lebih urgen.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menilai, anggaran pengadaan gorden sebaiknya digunakan untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan industri lokal yang sedang bangkit pasca terdampak pandemi.

“Kalau untuk gorden rumah jabatan di Kalibata rasanya belum perlu untuk diganti. Saya kira anggota DPR bisa memahami jika anggaran gorden di rumah jabatan Kalibata dialihkan untuk membantu pemulihan ekonomi rakyat,” kata wakil ketua Komisi VII DPR tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mengaku fraksinya belum pernah membahas pengadaan gorden tersebut.

“Kita belum pernah membahas, saya enggak ngerti background-nya apa. Belum (pernah membahas), orang politik (kok) bahas gorden” ungkap ketua Komisi III DPR itu.

Namun perbedaan pendapat muncul dari Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar yang menyebut banyak permintaan anggota dewan untuk mengganti gorden di rumah jabatan mereka.

“Sejak tahun 2020 memang banyak permintaan dari anggota dewan kepada kesekjenan untuk penggantian gorden dan vitrase di rumah jabatan yang sudah sangat tidak layak,” kata Indra.

Menurut Indra, sejak tahun 2009, gorden rumah jabatan anggota DPR belum pernah diganti, banyak yang sudah tidak layak pakai. Maka itulah yang menjadi landasan bahwa perlu adanya anggaran untuk pengadaan fasilitas terbaru bagi rumah jabatan anggota dewan.

(Hrs/Bam)

Komentar