oleh

“Virus Corona”, Antara Konspirasi Global dan Solusi Tepat Untuk Para Jomblo

-Kolom-436 views

Suatu hari setelah selesai menonton film di bioskop teman perempuanku berbisik, “Laki-laki memang harus punya prinsip dan siap memilih. Supaya bisa menerima konsekuensi atas apa yang dipilih nantinya,” ucapannya seolah menyindir sesuatu. Tetapi saya hanya mengangguk, kebetulan yang kami tonton film “Akhir Kisah Cinta Si Doel”, di mana tokoh Si Doel yang dihadapkan oleh pilihan serba sulit atas isyarat yang diberikan Zainab supaya ia tidak dimadu.

Sebetulnya Si Doel sudah tahu siapa yang mesti dipilih, tidak mungkin ia memilih Sarah, perempuan yang telah mencampakkan dirinya, hanya saja kebiasaan penonton Indonesia yang tidak suka ketika suatu film begitu saja selesai—menonton, tidak ada sisi dramatisnya, maka untuk menghindari hal tersebut disisipilah adegan-adegan yang bisa membuat orang menangis—termasuk perempuan di samping saya. Ada kebohongan-kebohongan yang sengaja dibangun supaya sedikit gaduh, dan menimbulkan kecemasan penonton.

Tentunya kita akan bertanya-tanya siapa yang lebih diuntungkan di balik pembuat gegaduhan tersebut. Barangkali film Si Doel merupakan salah satu contoh bahwa di balik itu semua ada sosok yang berperan untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. Pada film itu pula kita bisa menggambarkan bagaimana kita (selaku penonton) seolah dipermainkan—dibawa kepada situasi berbeda, dan secara tidak sadar bahwa kita telah dijadikan objek sasaran empuk para penguasa.

Kejadian film Si Doel persis seperti kehidupan nyata, sebagaimana akhir-akhir ini dunia sedang dihebohkan tentang penyebaran virus mematikan. Dan itu telah merenggut ribuan nyawa manusia. Tidak tanggung-tanggung hampir sembilan puluh ribu orang yang telah terinfeksi virus ini. Saya ingin mengutip sedikit apa yang pernah dikatakan Rocky Gerung bahwa hanyalah penguasa yang mampu berbohong dengan sempurna, hanya penguasa yang mempunyai peralatan yang lengkap, dan hanya penguasa yang mampu membuat proganda secara masif.

Sehingga penyebaran virus corona ada kaitannya dengan konspirasi elit global. Banyak para ahli berpendapat bahwa munculnya Virus Corona ini merupakan bentuk konspirasi global yang sengaja dibangun untuk membuat kegaduhan—dunia tidak santuy (tenang-tenang saja).

Baiklah, saya akan mengajak Anda (pembaca) untuk lebih menganalis lebih jauh atas fenomena ini. Bahwa hebohnya dan kegentingan yang disebabkan atas munculnya virus corona ini tidak lain adalah sebuah bentuk konspirasi dunia. Seperti yang telah saya jelaskan di atas bahwa hal tersebut hanya akan menguntungkan bagi para elit-elit penguasa.

Seiring mencuatnya virus tersebut, seorang ahli perang biologis Israel mengatakan jika hal itu disebabkan adanya kebocoran pada dua laboratorium yang terhubung dengan program “bio-warfare ” di kota Wuhan. Ia menuding jika corona sebenarnya “senjata biologis” China untuk menghambat laju populasi manusia di negara tersebut. China tercatat sebagai negara terpadat di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 1,4 miliar orang. Maka kenapa pemerintah China membuat eksprimen untuk bisa mengurangi angka penduduknya.

Kemudian virus corona seolah telah menjadi agenda perseratus tahunan untuk memusnahkan manusia. Lagi-lagi untuk mengurangi populasi manusia di muka bumi ini yang semakin tahun semakin bertambah. Sejarah mencatat, pada tahun 1720 yang lalu, dunia eropa dihebohkan oleh wabah mematikan yang dikenal dengan sebutan “The Great plague of Marseille”. Dimana, wabah ini mampu membunuh manusia hampir lebih 100 ribu jiwa  yang menjadi pusat terbesar adalah Perancis.

Seratus tahun kemudian, tepatnya 1820 kita diingatkan dengan “First Choleras Pandemic” sebuah sebutan penyakit diare yang mengerikan. Yang mana penyakit ini disebabkan oleh infeksi usus yang kemudian mengalami dihidrasi, kekurangan cairan tubuh yang lumayan banyak, hal demikian jika tidak cepat ditangangi akan mengakibatkan kematian. Lagi-lagi wabah ini memakan korban lebih dari tiga ribu orang di Bangkok, dua puluh tiga orang yang di eropa, dan sekitar lima ribu orang di Italia dan di Indonesia sendiri hampir seratus ribu nyawa yang melayang. Cobak, apa tidak mengerikan. Wabah ini berpusat di negara India yang jumlah penduduknya juga lumayan banyak.

Dan kemudian seratus tahun setelah itu pada tahun 1920 dunia digegerkan kembali oleh virus yang tidak kalah mengerikan dengan yang sebelum-sebelumnya. Virus tersebut terkenal dengan sebutan “The Spanish Flu”. Kali ini yang menjadi pusat sasaran adalah kota Spayol. Wabah ini disebabkan oleh virus H1N1. Virus ini dipercaya membunuh lebih banyak, dibuktikan hanya sekitar dua puluh empat minggu di bandingkan sekelasnyan yitu HIVS. Virus ini juga mampu merenggut sekitar lima ratus juta orang terinfeksi virus tersebut, dan hampir seratus juta nyawa melayang. Sejarah juga mencatat adanya virus ini memakan korban 3-6 persen populasi umat manusia di bumi.

Dan ditahun ini, virus corona datang dengan tidak kalah mengerikan dengan teman-temannya. Lalu apa maksud dari virus-virus di atas. Secara mengejutkan kenapa hal tersebut muncul selalu pas perseratus tahun.

Pembunuhan massa umat manusia sepertinya sudah tidak asing lagi dijumpai. Bahkan ada sebuah film yang menceritakan pembunuhan dengan cara dijebak di dalam sebuah perusahaan. Dan itu terkoneksi bersama perusahaan di seluruh dunia jika sewaktu-waktu orang-orang didalamnya  termasuk karyawan harus dimusnkahkan. Film tersebut “The Belko Experiment” yang tayang pada tahun 2016 lalu.

Sungguh mengerikan sekali. Kita mesti tahu bahwa bumi yang kita tinggali sangat begitu rentan. Apa saja akan terjadi. Keserakahan orang-orang tak bertanggung jawab adalah faktor dari segalanya..

Selain itu bagi saya fenomena tersebut sangat cocok sekali untuk para jomblo yang sudah akut—putus asa. Barangkali malu sama tuhan untuk bisa bunuh diri karena ketidaksanggupannya yang setiap hari merasa galau, menyesal dan semacamnya. Solusi terakhir supaya tidak mecoreng nama baik, mau terinfeksi virus corona

Tentu Anda tidak ingin nasib yang sama seperti Riyan, pemuda yang sempat menghebohkan halaman detik.com. Dimana, ia buduh diri dengan cara mengantung diri di dapur kontrakan. Hal tersebut disebabkan karena ia terlalu lama menjomblo. Kalau seperti itu, bisa malu sama orang banyak kan?.Sama Tuhan  juga malu-maluin. Mosok nantinya malaikat akan mengadili, ditanya lantaran kelamaan ngejomblo. Kan kagak enak kedengarannya.  

Makanya, solusi paling efisien adalah berangkat ke China, tepatnya di kota Wuhan. Kemudian berusaha untuk terinfeksi. Selain dapat perhatian haru dari dunia, kegelisahan anda soal status jomblonya tidak ada yang mengetahui. Jadinyan anda bebas,dan saya yakin anda akan masuk surga, karena matinya Anda termasuk dalam golongan mati syahid. Dan pastinya akan terbebas dari pertanyaan (berharap).

Penulis merupakan penikmat angin malam dan penggila makanan roti bakar joss

Komentar

News Feed