oleh

Wow! Dalam 10 Tahun Terakhir Industri Kopi Tumbuh 250%

Airlangga Hartanto Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian saat menikmati Kopi (Sumber: food.detik.com)

Indotribun.id, Ekonomi- Indonesia sejak dahulu memang terkenal dengan Negara yang banyak menyuplai kopi ke berbagai belahan dunia. Terbukti, Indonesia menjadi Negara ke-4 dengan penghasil kopi terbesar setelah Brazil, Vietnam, dan kolombia.

Kabar baik itu terus menyeruak, dalam 10 tahun terakhir, Indonesia tidak hanya di cap sebagai produsen kopi, tapi juga bisa dibilang konsumen kopi. Luas lahan kopi di Indonesia sampai saat ini mencapai 1,25 juta ha dengan total produksi hingga 761 ribu ton per tahun.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyambut baik kerja keras dan kolaborasi yang dilakukan oleh pelaku industri kopi Indonesia bersama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kopi di Indonesia.

Airlangga juga menyampaikan, industri kopi saat ini memiliki peran besar dalam pertembuhan ekonomi Negara dan kebutuhan masyarakat.

“Kopi merupakan komoditas terpenting ketiga di perkebunan setelah kelapa sawit dan karet alam. Kopi juga menyumbang persentase terhadap PDB perkebunan sebesar 16,15 persen,” ujarnya dikutip dari liputan6.com, saat menyambut kedatangan para pelaku industri kopi di Kantornya, Jumat (1/10/2021).

Dilansir dari covesia.com, dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 250%. Industri kopi memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia. Tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha kopi menjadi salah satu buktinya.

Indonesia memiliki peluang dalam pengembangan industri pengolahan kopi, karena selain punya pasar yang besar, juga didukung dengan potensi bahan baku. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis, seperti hilirisasi dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan peningkatan kapasitas produksi.

Pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan industri kopi Indonesia baik melalui food estate berbasis korporatisasi petani, KUR, maupun riset-riset penting untuk menambah nilai kopi itu sendiri.

“Kerja sama internasional baik bilateral, regional, maupun internasional perlu kita manfaatkan seoptimal mungkin untuk mendongkrak kopi Indonesia menjadi komoditas berorientasi ekspor unggulan baik di pasar tradisional maupun non-tradisional,” imbuh Airlangga.

(Indotribun/Faruq)

Komentar

News Feed