oleh

Youtube Merubah Pola Kerja Milenial

-Style-94 views

Orang-orang, yang secara statistik usia masuk dalam katagori usia generasi “milenial” hingga “boomer”, sangat mengenal Youtube. Media sosial ini bukan tergolong sebagai sesuatu yang baru saat ini.

Didirikan pada Februari 2005 oleh Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim, ketiganya adalah mantan pekerja PayPal, Youtube menjadi salah satu media sosial yang sangat terkenal. Di Indonesia sendiri, tahun 2018, pengguna aktif Youtube tembus di angka 1,8 miliar.

Popularnya Youtube tidak lepas dari penghasilan besar yang masuk ke kantong para penggunanya. Orang-orang, selain hanya sebagai alat mengekspresikan diri, menjadikan Youtube sebagai lahan profesi baru yang dapat menguntungkan. Sebut saja Youtuber asal Indonesia, Atta Halilintar, yang memiliki jumlah subscriber mencapai 12 juta di awal tahun 2019 dan memiliki penghasilan kira-kira Rp 256 juta hingga Rp 4,1 miliar, sebagaimana prediksi Social Blade.

Atta Halilintar bukan satu-satunya. Tahun 2016 Ria Ricis mulai membangun akun Youtube yang jumlah subscribernya hingga kini sudah menembus 11 juta lebih. Sebelumnya juga sudah ada Raditya Dika dan Edho Zell.

Fantastisnya jumlah penghasilan yang diperoleh Youtuber juga menarik minat dan perhatian banyak kalangan artis. Mereka berlomba-lomba mengunggah video ke Youtube yang dikenal dengan istilah video blog atau vlog. Andre Taulany dan Entis Sutisna atau yang lebih dikenal dengan nama Sule, misalnya. Host dan Co-Host program televisi Ini Talk Show ini juga membangun channel Youtube, Taulany TV dan Sule Channel. Di luar nama dua artis terkenal tersebut masih banyak artis lain yang juga merambah situs berbagi video tersebut.

Mengutip pernyataan John Herrman di The New York Times, “Takut ketinggalan” adalah cara yang umum untuk menggambarkan bagaimana media sosial dapat membuat orang merasa seolah-olah orang lain adalah bagian dari sesuatu—konser, pantai rahasia, makan siang—yang tidak mereka lakukan.

Dengan alasan tidak ingin ketinggalan semua orang berlomba-lomba menjadi Youtuber. Ini masih satu media sosial, belum media sosial yang lain. Akhirnya, media sosial, terutama Youtube, merubah pola kehidupan dan kerja banyak orang. Dari yang awalnya kerja keras menjadi kerja cerdas, menjadi conten creator.

Komentar

News Feed